Senjaku Membias, Mengejarmu

 

.

Ma…

apa kabarmu?

sore menguning

hangatkah kamu?

.

Ma…

ada sekantung rindu

menggantung

menggelembung

.

tahukah kamu?

.

Ma…

ada sedegup rasa

mengguncah

merekah

.

tahukah kamu?

.

Ma…

ada letusan kasih

mendegup

meletup

.

tahukah kamu?

.

Ma…

ah…

aku tak tahu apa kamu tahu

aku masih terjaga, Ma

menatapmu

lekat

.

detik memang mendekat

takdir memang mendesak

mengejarku

meraihmu

.

Ma…

tak lama lagi aku luluh

beringin di hati kan lepas

menghempas

terserak

tapi pasak mengokohkan cinta kita

.

Ma…

aku menunggu

di senja yang tak lagi bias

di embun yang tak lagi mengembun

di hening

.

Ma…

aku habis kata

tapi tak habis cinta

tunggu aku, Ma.

*Lelaki tua itu tertatih meninggalkan makam istrinya

—–

Sumber foto : http://www.cantierecanavesano.org/?page_id=363

.

.

Kolaborasi puisi dengan Hartika Arbiyanti

.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*