Category: review

Mau Touring? Ini Oli Yang Pas Untuk Touring

Gara-gara kunjungan ke pabrik PT Federal  Karyatama, yang memproduksi oli berkualitas “Spesialis Dingin” dengan merek Oli Federal, saya pun turut menjajal ketangguhan dan ke-spesialis-an oli Federal. Ngga tanggung-tanggung, oli yang saya pergunakan adalah oli sintetik Federal Supreme XX Racing dengan spesifikasi SAE 10W-40. Oli ini saya dapat dari goody-bag dari PT Federal Karyatama, namun yang ini kemasannya berwarna gold, bukan perak seperti yang ada di websitenya http://federaloil.co.id/product.

Motor yang saya gunakan sih jenis matic, Vario 150cc, dan jarak tempuh juga lumayan jauh, Setiabudi – Parung Kuda Sukabumi. Trek yang dilalui ini cukup menantang. Berboncengan dengan mantan pacar (yang kini jadi istri), motor lumayan saya jalankan di kecepatan 60-80 km/jam.  Tau kan jalur Sukabumi. Itu jalur yang lumayan menanjak, dan banyak klub-klub motor mengadakan turing di sana. Mereka mengambil jalur Sukabumi, selain untuk wisata, melepas lelah, juga untuk menjajal trek menanjak dan kelak-kelok jalur Sukabumi. Apalagi jalur ini juga terkenal macet. Kebayang kan, macet, bawa beban, dan menanjak. Paket komplit untuk menjajal ketangguhan oli Federal, untuk membuktikan apakah benar seperti yang dikatakan para penguji di Endurance Test Banda Aceh – Jakarta, bahwa oli yang digunakan, yang sama dengan yang saya gunakan, memang benar-benar spesial untuk turing. Apakah benar oli Federal Supreme XX Racing ini memang terbukti mengentengkan tarikan dan cocok untuk perjalanan jauh dengan rintangan macet dan tanjakan? (more…)

Kualitas Oli Itu Tercermin dari Perusahaannya

 

9 September 2015 kemarin, saya dan banyak kompasianer berkunjung ke pabrik oli Federal, tepatnya ke pabrik PT Federal Karyatama yang ada di kawasan industri Pulogadung, Jakarta. Dalam kunjungan ini kami bertatap muka dengan para petinggi PT Federal Karyatama, sekaligus melongok pabrik modernnya, yang sudah menggunakan sistem robot, untuk melihat lebih dekat proses fabrikasi oli bermerek Federal. Di hari itu juga kami mengikuti acara jumpa pers tentang kegiatan Endurance Test.

Para pemilik roda dua alias motor pasti tahu apa itu oli Federal, apalagi yang dulu punya motor bermerek Honda. Di setiap blok mesinnya, tepatnya di samping tutup olinya, pasti ada stiker atau lempengan yang bertuliskan “Motor ini menggunakan oli Federal” dan ada logo huruf “K” dari logo PT Federal Karyatama. Memang, oli Federal ini sudah dari dulu menjadi oli resmi untuk motor Honda, namun sekarang Honda sendiri sudah memproduksi oli sendiri, buatan AHM. Tapi kalau ditelusuri oli AHM ini diproduksi oleh siapa, ya nantinya akan berujung di grup yang sama, yaitu MPM, PT Mitra Pinasthika Mustika TBK.

MPM ini bukan grup perusahaan kecil, melainkan grup korporasi besar. Komisarisnya adalah Edwin Soeryadjaya, Milyuner urutan ke 1533 di dunia (menurut Forbes), dan urutan ke-26 di Indonesia. MPM grup, yang didirikan tahun 1987, ini punya banyak perusahaan di bawahnya, seperti distributor tunggal sepeda motor dan suku cadang Honda di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur, serta penjualan suku cadang motor Honda, penjualan semua merek Nissan dan Datsun, pemimpin pasar oli dengan merek Federal, rental kendaraan besar, yang armadanya lebih dari 15ribu kendaraan, serta mengurusi juga soal finansial dan asuransi otomotif.

Yang pernah nyewa/rental mobil untuk perusahaannya, pasti tau MPM rental kan? Yang ngurusin motor Honda-nya ke bengkel, pasti tau kan spare-part orisinil itu buatan AHM ataupun Federal, karena ya memang harus memilih spare-part yang orisinil agar kendaraannya tetap awet dan ngga bermasalah di jalanan. Dan seperti tadi disebut di atas, oli resmi motor Honda dulunya pasti bermerek Federal. (more…)

Meningkatkan Semangat Kerja dengan Aktifitas yang Sensasional

– Kerja kerja kerja!!

+ Capek boss kerja terus!!

Jangan pernah ngerasa capek saat kerja. Kerja itu ibadah. Kan kerja itu menghasilkan uang untuk keluarga, juga untuk diri sendiri. Ntar kalo ngga kerja, mau makan apa? Mau jajan apa? #eh

Kerja itu memang rutinitas. Kerja itu harus fokus. Kalau bisa ya jangan diselang-selingi hal lain yang menghambat pekerjaan. Selesaikan dulu yang jadi pekerjaan utama. Yah selang-selingnya sih bisa (harus) di saat istirahat, ya pas makan siang atau makan malam. Yang penting jangan kebanyakan istirahatnya alias selang-selingnya, ntar malah ngga selesai-selesai pekerjaannya. Target malah molor. Yang ada utang harian malah melebar kemana-mana.

Tapi menghadapi rutinitas yang seperti itu, bisa diselingi oleh aktifitas yang lain, yang bikin semangat kerja makin naik. Kalau bisa yang sensasional, biar seru dan nambah semangat kerja.

Beberapa tahun terakhir ini, kerjaanku yang bukan orang kantoran alias bukan kerja di kantor, lumayan padat, dan makin padat kayanya deh. Ya ngurusin film-film ini itu lah. Ngurusin studio di sana di sini lah. Ngurusin streaming di sana sini lah. Apalagi ternyata kebutuhan film di media online ataupun bioskop makin banyak, ya akhirnya padat lah pekerjaan di rumah.

Resikonya ya gitu. Untuk fokus ke pekerjaan biar ngga terlambat jadwal kerjanya, harus ngurangin (bahkan ninggalin) aktifitas sosial media. Tapi ya jangan ninggalin sama sekali aktifitas ber-sosmed ini. Ya kan ber-sosmed itu menghidupkan suasana kekeluargaan dan kekerabatan, plus hubungan dengan klien.

Jadi akhirnya, untuk meningkatkan dan mempertahankan semangat kerja yang menumpuk dan padat ini, saya nyoba mengisi waktu-waktu di saat isitrahat dengan beberapa aktifitas yang mungkin bisa disebut sensasi. Ya iyalah saya namakan sensasi, karena aktifitas ini bisa meningkatkan semangat dan aktifitasnya yang dulu ngga pernah saya lakukan. Kegiatan ini saya lakukan saat saya istirahat, yaitu pas ngerender video yang makan waktu berjam-jam, bahkan bisa 12 – 16 jam.

difoto pake Exynos .. 🙂

(more…)

Enaknya Naik Mobil New Mirage Matic di Jakarta

1426693525375844166
Mitsubishi New Mirage

Jakarta tuh lalu lintasnya padat. Apalagi di jam sibuk. Para pemikir negara aja pusing mengurusi kemacetan ibukota, dan juga kota-kota di seluruh propinsi yang hampir semuanya padat. Jalanan sudah dilebarkan, tetap saja berasa sempit saat mobil-mobil keluar di jalan raya. Aturan demi aturan pun dibuat untuk mengatasi kemacetan. Tapi hasilnya ya sama, tetap saja kemacetan selalu terjadi. Bahkan kadang kemacetannya pun sudah tidak masuk akal. Ingat kan kalau saat mudik menembus jalan tol? Jangankan di hari raya atau hari libur, di hari biasa saja, jalan tol yang diperuntukkan untuk jalan bebas hambatan, malah paling tinggi hambatannya. Padahal sudah bayar untuk menghilangkan hambatan. :))

Solusi yang paling memungkinkan saat kita ingin mempunyai mobil untuk menembus kemacetan kota dan hunian yang kian rapat, adalah kendaraan yang lincah dan tidak merongrong. Banyak yang menggunakan motor. Namun untuk kendaraan keluarga? Ya mobil lah yang harus dimiliki. Namun mengingat kemacetan tersebut, apalagi untuk keluarga yang tinggal di perumahan sempit, dengan jalan-jalan perkampungan yang sempit, mobil keluarga yang kecil menjadi pilihan teratas untuk mengatasinya. (more…)

Mewah-mewahan dan Irit-iritan Bareng Kompasiana

Iya, mewah-mewahan saat acara Kompasiana Drive n Ride. Gimana ngga dibilang mewah, lha semua peserta yang berjumlah 24 orang dikasih duit Rp 800.000,- per-orang buat belanja pakaian. Hihihi. Etapi, maksud dikasih duit ini adalah buat mempermak penampilan biar kelihatan seperti anak muda. Atau, ya paling ngga berjiwa muda lah. #eh 🙂

Okeh, begini ceritanya.

Minggu pagi tanggal 8 Maret 2015 kemarin, 24 Kompasianer melakukan kegiatan Kompasiana Drive n Ride. Kali ini kami menguji mobil Mitsubishi Mirage keluaran PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor. 24 Kompasianer ini terdiri dari 16 Kompasianer yang bisa mengemudi dan sisanya 8 orang sebagai penumpang. Jadinya mobil yang disediakan berjumlah 8 Mitsubishi. Sepertinya, ini jumlah mobil yang paling banyak disediakan, dari sekian acara test drive Kompasiana. #CMIIW (more…)